Connect with us

KELUARGA MUSLIM

JTF Gelar FGD Sinergi Syariah

Published

on

JTF Gelar FGD Sinergi Hotel Syariah Dengan Wisata Halal

JanoerKoening, Jakarta – Jakarta Tourism Forum (JTF) menyelenggarakan focus discussion group (FGD) bertajuk “Sinergi Pengembangan Pariwisata DKI Jakarta”.

Acara diikuti oleh para pemerhati dan pemangku kepentingan sektor pariwisata tersebut berlangsung di Hotel Grand Cempaka bissnis, Cempaka Putih, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Perkembangan Pariwisata di kota Jakarta semakin pesat dan banyak bermunculan hotel-hotel dan destinasi wisata baru di ibukota Jakarta sebagai kota Megapolitan.

Jakarta Tourism Forum merupakan Forum kebersamaan para peduli pariwisata dan sangat dekat dengan pariwisata dan mempunyai program-program yang akan menunjang pariwisata ibukota Jakarta.

Adapun kegiatan Jakarta Tourism Forum diantaranya menampilkan kebudayaan Betawi dan Propinsi lainnya, jumpa artis, aneka lomba dan permainan yang menarik yang bertujuan untuk mendatangkan turis dari mancanegara agar berkunjung ke Jakarta.

Direktur Utama Jakarta Tourisindo Jeffrey Rantung mengatakan, Jakarta Tourism Forum mempunyai program-program kerjasama antar members yang ada yaitu BUMN, Bappenas, BUMD, Bank, pemerhati pariwisata, Dinas Pariwisata dan lainnya yang duduk bersama membahas program pariwisata khususnya untuk kota Jakarta, “ucap” nya di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Jeffry juga mengatakan, bahwa Forum ini kami buka untuk mereka-mereka yang mencintai pariwisata dan mendampingi serta memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal ini perkembangan pariwisata kota Jakarta dalam waktu dekat kami akan buka program pencanangan destinasi kota Jakarta diantaranya Pulau Seribu, Kota Tua dan beberapa lokasi lainnya.

“Dan juga event kelautan kerjasama dengan Pelindo dan pada bulan April kita sudah mulai aksi diantaranya untuk Kepulauan Seribu yang akan kita kembangkan sebagai destinasi kelautan dengan pendirian Homestay dan wisata olahraga laut nantinya akan mendorong wisatawan akan berkunjung ke Pulau Seribu terutama Pulau Tidung,” tambahnya.

Selain itu, Jakarta Tourisindo juga telah menyiapkan destinasi hotel Syariah Halal sehingga banyak turis asing maupun lokal senang akan wisata halal tersebut, dan kami lagi melihat menzonasi beberapa wilayah sebagai pilot project untuk wisata halal, semoga dengan Jakarta Touris Forum ini kita dapat mengembangkan kota Jakarta sebagai tujuan destinasi para wisatawan untuk berkunjung dan menikmati destinasi wisata kota Jakarta ini.

Sementara itu, Koordinator Jakarta Tourism Forum, Bapak Salman Dianda Anwar mengatakan, Jakarta Tourism Forum disingkat JTF adalah wadah tempat berkumpulnya para pemerhati dan pemangku kepentingan yang ingin mendorong dan mengawal serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai salah satu destinasi wisata berkelas dunia dan menjadikan Jakarta sebagai pusat halal dunia.

“Saya berkeyakinan kita mampu mewujudkanhal itu dengan memanfaatkan potensi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia, dengan keindahan alam, seni budaya, serta keunikan serta potensi wisata yang dimiliki,” tambahnya.

Kami dari unsur masyarakat dan para pemangku kepentingan tergerak karena melihat gaya kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan yang sangat memberikan ruang terhadap partisipasi masyarakat, “pungkas” Salman. (Amhar)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

KELUARGA MUSLIM

Visa Ajak Perempuan Bijak Kelola Keuangan Rumah Tangga hingga Asah Keterampilan

Published

on

By

JAKARTA – VISA mendorong ribuan perempuan Indonesia untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan mendasar dalam mengelola keuangan rumah tangga. Hal tersebut dilakukan melalui kampanye berupa lokakarya dan aktivitas media sosial dengan hashtag #IbuBerbagiBijak.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, Visa meyakini literasi keuangan menjadi bekal yang penting dalam mengelola keuangan. Visa menggaet 45.000 follower di media sosial dan menghasilkan 156 tulisan blog.

“Manajemen keuangan bukanlah ilmu yang dapat dikuasai dalam waktu semalam, tetapi perlu komitmen seumur hidup. Cara terbaik untuk mengasah keterampilan keuangan Anda adalah terus menggali pengetahuan dan mempraktikkan apa saja yang Anda pelajari,” ujar Riko dalam keterangan tertulis, Rabu (9/1/2019).

Kampanye #IbuBerbagiBijak Visa didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Acara ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2018 dengan membahas berbagai topik, mulai dari membuat anggaran, menabung, berbelanja secara bijak, tips mendapatkan penghasilan tambahan, hingga tips bertransaksi nontunai yang aman.

Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama sejumlah organisasi perempuan yang berpengaruh seperti Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia), dan TP PKK (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).

Dengan acara tersebut, peserta belajar bersama-sama dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan bijak, mulai dari financial check-up, investasi, menabung, hingga cara membuat anggaran. Dengan demikian, perempuan bisa mendapat penghasilan tambahan dengan memperbaiki keuangan keluarga. 

“Program ini mengajarkan para perempuan untuk selalu memeriksa kondisi keuangan agar pengeluaran tidak melebihi pendapatan, menekan pengeluaran dengan memilah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan, dan tak lupa untuk menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga,” kata Riko.

Founder Gammara Leather Gina Adityalugina menjadi salah satu pemateri yang ikut berbagi pengalaman pribadinya mengelola keuangan dan bisnis.

“Program ini sangat bermanfaat bagi para perempuan karena pengetahuan literasi keuangan sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari,” kata Gina. Video Pilihan Saat Ahok Bernyanyi Lagu “Ibu” (DAD)  (Kompas.com)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Visa Ajak Perempuan Bijak Kelola Keuangan Rumah Tangga hingga Asah Keterampilan

Published

on

By

JAKARTA – VISA mendorong ribuan perempuan Indonesia untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan mendasar dalam mengelola keuangan rumah tangga. Hal tersebut dilakukan melalui kampanye berupa lokakarya dan aktivitas media sosial dengan hashtag #IbuBerbagiBijak.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, Visa meyakini literasi keuangan menjadi bekal yang penting dalam mengelola keuangan. Visa menggaet 45.000 follower di media sosial dan menghasilkan 156 tulisan blog.

“Manajemen keuangan bukanlah ilmu yang dapat dikuasai dalam waktu semalam, tetapi perlu komitmen seumur hidup. Cara terbaik untuk mengasah keterampilan keuangan Anda adalah terus menggali pengetahuan dan mempraktikkan apa saja yang Anda pelajari,” ujar Riko dalam keterangan tertulis, Rabu (9/1/2019).

Kampanye #IbuBerbagiBijak Visa didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Acara ini berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2018 dengan membahas berbagai topik, mulai dari membuat anggaran, menabung, berbelanja secara bijak, tips mendapatkan penghasilan tambahan, hingga tips bertransaksi nontunai yang aman.

Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama sejumlah organisasi perempuan yang berpengaruh seperti Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta, HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia), dan TP PKK (Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).

Dengan acara tersebut, peserta belajar bersama-sama dalam mengelola keuangan rumah tangga dengan bijak, mulai dari financial check-up, investasi, menabung, hingga cara membuat anggaran. Dengan demikian, perempuan bisa mendapat penghasilan tambahan dengan memperbaiki keuangan keluarga. 

“Program ini mengajarkan para perempuan untuk selalu memeriksa kondisi keuangan agar pengeluaran tidak melebihi pendapatan, menekan pengeluaran dengan memilah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan, dan tak lupa untuk menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga,” kata Riko.

Founder Gammara Leather Gina Adityalugina menjadi salah satu pemateri yang ikut berbagi pengalaman pribadinya mengelola keuangan dan bisnis.

“Program ini sangat bermanfaat bagi para perempuan karena pengetahuan literasi keuangan sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari,” kata Gina. Video Pilihan Saat Ahok Bernyanyi Lagu “Ibu” (DAD)  (Kompas.com)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Tiga Agenda Utama di Sorot dalam Munas II PPMI-PI

Published

on

By

Tiga Agenda Utama di Sorot dalam Munas II PPMI-PI

JanoerKoening, Jakarta – Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional Perwakilan Indonesia (PPMI-PI) Dr. KH Hasan Basri Rahman resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) II PPMI PI di Paragon hotel, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). Munas tersebut dihadiri anggota dari 23 provinsi di Indonesia akan berlangsung dua hari, 3-4 November 2018.

Ada tiga agenda utama yang akan dibahas dalam Munas II yang mengambil tema “Membangun Persaudaraan Muslim dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Berbangsa dan Bernegara yang Diridhoi Allah swt” ini, yakni pemilihan Ketua baru, menyusun program kerja lima tahun kedepan, dan menyusun rekomendasi.

“Munas ini juga adalah sebagai konsolidasi dengan empat program penting yaitu: Pendidikan, Dakwah, Ekonomi, dan Sosial”, kata Hasan Basri dalam sambutannya saat membuka Munas.

Hasan Basri juga memaparkan ada enam sub program dalam program pendidikan yakni bagaimana mengajarkan masyarakat membaca quran, kedua tajwid karena banyak masyarakat sekarang cara ngajinya sudah nggak beres, ketiga hafiz quran agar kembali menjadi primadona, keempat bahasa Arab dan bahasa Inggris agar bisa dakwah secara internasional, kelima ceramah dan khutbah targetnya tiap kelurahan 10 persen umat Islam bisa khutbah, dan keenam kitab kuning yaitu pendidikan.

“Semuanya sudah berjalan. Terutama di Indonesia Timur”, ujar Hasan Basri.

“Untuk Dakwah, bagaimana agar quran dibuka dari rumah ke rumah, baik pribadi, keluarga, masjid, tempat kerja, tetangga dan famili”, tambahnya.

Sementara untuk pemilihan Ketua, lanjut Hasan Basri, kriterianya adalah kualitas iman yang bagus, dan punya kepedulian.

“Kandidat dalam kacamata kita ada tiga orang. Pemilihannya tidak one man one vote tapi kita musyawarah, siapa yang tertinggi pengetahuan agamanya. Itu yang disepakati. Dan tidak ada bisa konflik, karena memang kriteria agama begitu”, pungkas Hasan Basri. (Ary/apip)

Continue Reading

Trending