Connect with us

Berita Umum

PERISAI dan GEMURA prioritaskan pemberian bantuan dampak Covid untuk Kelompok Ekonomi Rentan

Published

on

Jakarta- Masyarakat Kurang Mampu Terdampak Physical Distancing akibat covid 19 Menjadi Perhatian PP PERISAI Dan DPP GEMURA. Sejak Pemerintah Memberlakukan Physical Distancing Di Tengah Merebaknya Virus Corona Kegiatan Masyarakat Mulai Berkurang Dan Lebih Banyak Dirumah.

Melihat situasi ekonomi yang saat ini sedang melemah, PP PERISAI dan Gerakan Muda nurani Rakyat bekerjasama memberikan bantuan beras ditengah kebijakan sosial distancing akibat mewabahnya Covid 19.

DPP GEMURA dan PP PERISAI menjelaskan bahwa Berkurangnya Aktivitas Masyarakat Diluar Rumah Selain Berdampak Pada Roda Ekonomi Masyarakat Menengah Ke Atas, Berdampak Pula Pada Masyarakat Menengah Kebawah Terutama kelompok rentan Yang Tidak Ada Penghasilan Tetap.

menurut Ketua PP PERISAI Chandra Halim, bantuan tersebut dilakukan guna membantu sebagian masyarakat terutama kelompok ekonomi rentan seperti janda-janda tua di jakarta.

“kami memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di jakarta terutama kelompok rentan ekonomi seperti janda-janda tua yang memang membutuhkan bantuan ekonomi akibat terdampak wabah virus Corona” ujar nya

Dengan adanya bantuan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka Meskipun Bantuan Tersebut Hanya Cukup Buat 1 Sampai 3 Hari.

Ketua DPP GEMURA, Oktasari Sabil menambahkan bahwa dengan adanya Covid 19 ini merupakan momentum untuk meningkatkan kebersamaan dan solidaritas anak bangsa dalam gerakan aksi Peduli Terhadap Mereka Yang Kurang Mampu .

“Saya berharap ini menjadi momentum bersama anak bangsa untuk meningkatkan kebersamaan dan kepedulian antar sesama masyarakat” ujar nya

“mari kita jadikan peristiwa hari ini sebagai landasan untuk meningkatkan kepedulian, tolong menolong, kebersamaan, gotong royong dan saling membantu antar sesama masyarakat indonesia. Dan mari kita semua tetap berdoa dan berusaha agar wabah ini secepatnya selesai sehingga kehidupan masyarakat berjalan normal.” tutup okta.

Continue Reading

Berita Umum

Organisasi Mahasiswa Didorong Ikut Berdayakan Ekonomi

Published

on

By

JAKARTA, KOMPAS.com – Organisasi kemahasiswaan dipandang perlu lebih meningkatkan peran serta mereka dalam bidang pemberdayaan masyarakat, terutama di bidang sosial dan ekonomi.

Lewat bidang ini, kontribusi mereka di tengah masyarakat akan semakin terasa. Ini terutama dalam mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi yang lebih baik lagi.

“Gerakan perubahan yang dilakukan mahasiswa tidak hanya di jalur politik, tapi juga di bidang sosial dan ekonomi, agar kontribusi generasi muda terhadap pembangunan Indonesia semakin nyata dan kian besar,” kata Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel dalam keterangannya, Selasa (3/3/2020).

Rachmat menuturkan, masih banyak potensi ekonomi Indonesia yang belum tergarap secara optimal, seperti kegiatan ekonomi berbasis budaya. Dengan keragaman budaya dan tradisi Indonesia, potensi ekonomi di sektor ini sangat besar.

“Budaya dan produk budaya ini sangat membutuhkan ide-ide kreatif, sehingga mempunyai nilai ekonomi, dan potensinya sangat besar. Banyak negara, seperti Jepang dan Korea Selatan telah berhasil mengembangkan tradisi dan budaya mereka menjadi bernilai ekonomi yang tinggi, dan potensi ini juga ada di Indonesia,” terang Rachmat.

Menurut dia, pengembangan ekonomi berbasis budaya ini juga bisa menjadi jalur yang efektif untuk pemerataan ekonomi.

Pun untuk bisa lebih meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan, organisasi kemahasiswaan perlu mendorong dan membantu peningkatan semangat kewirausahaan para anggotanya.

Merancang berbagai program kerja sama dan pelatihan dengan pelaku industri yang sudah mapan adalah salah satu pilihan dalam upaya meningkatkan semangat kewirausahaan.

“Kalangan mahasiswa perlu melakukan reposisi, untuk tidak lagi bercita-cita hanya mencari pekerjaan, tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja. Ini membutuhkan semangat kewirausahaan yang tinggi,” ungkap Rachmat.

Rachmat juga menyinggung potensi industri halal yang berpeluang untuk digarap oleh generasi muda. Baik di Indonesia maupun global, industri halal saat ini mengalami perkembangan pesat dan menjadi salah satu sektor yang banyak dikembangkan negara lain, termasuk negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim.

“Pengembangan industri halal ini juga adalah peluang besar yang perlu mendapat perhatian dari organisasi kemahasiswaan,” kata Rachmat.

sumber: kompas.com

Continue Reading

Berita Umum

OKP datangi KPAI minta penjelasan terkait Polemik kolam Renang

Published

on

By

Jakarta, Aliansi pemuda dan Mahasiswa yang terdiri dari gabungan organisasi, diantaranya PP Perisai, PP Wanita Perisai, LKMI PB HMI, Perempuan Candradimuka, DPP IPTI, PB SEMMI dan PP SEPMI mendatangi kantor KPAI yg bertempat di jalan Teuku umar, Jakarta Pusat (28/02).

Aliansi pemuda dan mahasiswa tersebut melakukan proses klarifikasi dan bertabayun kepada pihak KPAI akibat statement salah seorang komisioner yaitu Ibu Sitti hikmawaty yang menyatakan bahwa “perempuan dan laki-laki dapat hamil secara tidak langsung di dalam kolam renang”

Dalam proses klarifikasi tersebut, Harjono selaku koordinator aliansi mahasiswa dan pemuda yang juga Sekjen PP Perisai mencoba meminta penjelasan secara langsung kepada komisioner KPAI terkait kronologis, Tupoksi KPAI, langkah KPAI dan capaian kerja KPAI selama ini.

Tampak hadir didalam ruangan tersebut Ibu Siti Hikmawatty dan Bapak Jasra yang juga merupakan komisioner kpai

Selain meminta penjelasan terkait viralnya statement tersebut, perwakilan dari mahasiswa dan pemuda juga memberikan masukan serta saran terkait pentingnya penguatan kinerja KPAI kedepan.

“Saya rasa, KPAI saat ini harus tetap konsentrasi pada pekerjaan Utamanya, karena ada sekitar 83 juta anak yang di urus dalam pengawasan pemenuhan dan penyelenggaraan hak anak” ungkapnya.

Harjono juga menambahkan bahwasanya KPAI jangan terjebak pada kondisi pelemahan psikologis lembaga dan tetap melakukan komunikasi lintas lembaga dalam perspektif Ketahanan Negara.

“Jangan terjebak pada penyudutan atau pelemahan lembaga sehingga psikologis KPAI terganggu dalam pelaksanaan kinerjanya, karena Anak-anak Indonesia merupakan Aset bangsa Indonesia kedepan dan hal ini merupakan bagian dalam upaya mewujudkan Ketahanan Negara.” Tegas nya.

Terkait pernyataan KPAI yang viral tersebut Harjono menjelaskan bahwa KPAI sudah meminta maaf kepada publik dan mencabut statement tersebut.

Harjono menjelaskan bahwa masyarakat perlu melihat permasalahan yang terjadi ini secara utuh tidak hanya sepenggal kejadian saja dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyetop tindakan pelemahan lembaga KPAI serta menyerukan agar tetap mendukung KPAI untuk terus melakukan perlindungan terhadap anak khususnya dalam kasus narkoba, prostitusi, asap rokok, perdagangan dan eksploitasi Anak.

“Mari kita semua stop pelemahan psikologis lembaga KPAI, mari kita bersama-sama tetap mendukung dan memberikan semangat agar KPAI tetap bekerja melindungi anak-anak Indonesia dari bahaya narkoba, prostitusi, asap rokok dan lain sebagainya” ujarnya

Menurut nya ada hikmah dibalik semua kejadian ini karena meskipun kontroversi namun Harjono yakin pasti ada kalangan akademisi yang akan membahas kasus ini lebih komprehensif sesuai dengan keilmuan nya.

“Kalau kami dari kalangan mahasiswa dan pemuda yang mempunyai pemikiran kritis pastinya akan selalu mengkaji keniscayaan-keniscayaan yang ada di dunia, meskipun hal tersebut hampir tidak mungkin terjadi namun ini menjadi hal yang menarik bagi kami.” Ujarnya.

“Kami juga menemukan jurnal ilmiah yang merupakan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, bahkan di luar negeri ada ribuan jurnal dengan kualitas scopus, namun di Indonesia sendiri baru satu jurnal yang ada keterkaitan nya dengan hal ini, oleh karena itu menurut kami ini yang akan menjadi pemicu kalangan akademis dan para ilmuwan untuk meneliti lebih lanjut” imbuhnya.

Continue Reading

Berita Umum

Melihat Kongres Syarikat Islam 3 Maret 1913 Melalui Novel Student Hidjo

Published

on

By

Barangkali tidak banyak yang tahu jika tepat 107 tahun yang lalu, 3 Maret 1913 – 3 Maret 2020, Solo menjadi titik sentral konsolidasi Syarikat Islam, organisasi yang menyemai kesadaran nasionalisme. Mas Marco Salah satu teks klasik yang bercerita tentang Solo tempo dulu, saat diselenggarakan perhelatan bersejarah itu adalah novel romantika percintaan karya Mas Marco Kartodikromo yang berjudul Student Hidjo. Sebuah novel yang ditulis tahun 1916, sewaktu penulisnya berada dalam tahanan pemerintah kolonial karena aktivitas politiknya. Sebagai seorang penulis yang juga aktivis pergerakan, tentu saja yang ingin dikisahkan sesungguhnya adalah kemeriahan kongres kaum pergerakan. Namun dengan sangat apik, Mas Marco menulis dalam kemasan romantika percintaan. Tidak salah jika Rudolf Mrazek, Sejarawan Cornel University, menyebut Mas Marco ini sebagai pengarang terbaik dan jurnalis modern pertama yang lahir dari Hindia Belanda. Mas Marco disebut Mrazek sebagai perintis Lingua Franca. Karena dari ratusan tulisan yang ditemukan hampir semuanya ditulis dalam bahasa Melayu. Nyaris tidak ada tulisan Mas Marco yang menggunakan bahasa Jawa, bahasa ibunya. Kesadaran berbahasa yang luar biasa setelah berabad periode kolonial. Novel Student Hidjo Novel itu bercerita tentang romantika sepasang pemuda yang sedang merajut kasih berkat dijodohkan oleh orang tuanya. Hidjo seorang pemuda terpelajar anak Raden Potronoyo seorang saudagar di Solo dan Woengoe anak Regent Djarak. Kisah romantika terjadi di tengah keriuhan vergadering (kongres) Syarikat Islam (SI) di Solo tahun 1913 yang pusat keramainnya berada di Kebon Rojo atau Sriwedari. Raden Potronojo menggunakan momentum keramaian tersebut untuk mengundang keluarga Regent Djarak. Tentu saja undangan ini untuk mempererat perjodohan diantara kedua priyayi Jawa. Regent Djarak dan anak perempuannya datang ke Solo meskipun mereka bukan anggota dari SI.

Sesampai di N.I.S (stasiun) Balapan Solo, keramaian sudah sangat terasa. Ratusan bestuur atau pemimpin SI dari berbagai cabang SI hadir dan bahkan ribuan leed (anggota) berduyun-duyun ke Solo. Berpuluh puluh, beratus ratus andong yang kebanyakan memasang bendera SI berjubel memenuhi sekitar stasiun balapan. Di jalanan banyak orang orang yang tidak memperoleh tumpangan andong sehingga harus berjalan kaki. Semua mengarah ke Kampung Kabangan, tempat dilaksanakan vergadering hari pertama. Di hari kedua, vergadering dilaksanakan di Sriwedari. Di vergadering hari kedua itulah Hidjo dan Woengoe hadir bersama ribuan anggota SI lainnya. Mas Marco menulis ada lebih dari tigapuluh ribu anggota leed memenuhi Sriwedari. Ramainya vergadering hingga untuk keamanan disiapkan petugas keamanan dari Beteng dan dari Magelang. Di panggung utama terpasang bendera-bendera Jawa, bendera Turki dan bendera Belanda. Di situlah satu persatu para pemimpin SI berpidato membicarakan bagaimana kaum pribumi bangkit dan memiliki kesadaran yang tinggi sebagai bangsa yang memiliki kesamaan dengan siapapun. Setelah satu persatu pemimpin SI menyampaikan pidato, vergadering dibubarkan. Inti dari pembicaraan dalam kongres SI tahun 1913, tulis Marco dalam novel tersebut, adalah menguatkan pribumi agar bangkit dan membela harkat dan martabatnya sendiri. Syarekat Islam, organisasi berbasis agama namun dalam perjuangannya membawa nilai nilai universal. Organisasi ini berkembang menjadi organisasi yang sangat politis. Itulah sepotong cerita sejarah yang dikemas dalam sebuah novel.

sumber:

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 janoerkoening.com. All right reserved.